Ini Alasan Dari Kenapa Arsenal Lebih Pilih Ben White Ketimbang Varane

 Arsenal kini sudah mengeluarkan banyak sekali uang banyak demi bisa mendatangkan Ben White. Di sisi lain, Manchester United kini sudah bisa merekrut pemain pemain yang  kaya akan pengalaman dalam diri Raphael Varane dengan harga yang sudah lebih ekonomis.

Ben White kini juga mungkin tampil dengan apik bersama dengan Brighton & Hove Albion pada musim lalu. Terbukti, ia sudah jadi salah satu pemain yang sduah dipanggil Gareth Southgate untuk bisa memperkuat Timnas Inggris di ajang Euro 2020 lalu.

Uang 50 juta pounds yang sudah dihamburkan oleh Arsenal nampak sangat pantas untuknya. Tapi, pemikiran itu kini juga sudah berubah pada saat Manchester United berhasil untuk mengamankan jasa dari Varane dengan harga yang sudah lebih terjangkau, 34 juta pounds.

Jelas ini juga sudah menjadi pertanyaan yang besar. Kalau Varane kini sudah bisa direkrut dengan harga yang jauh lebih murah, kenapa Arsenal justru ngotot dalam mengejar Ben White? Secara pengalaman, Ben White dan Varane juga sudah jelas terpaut sangat jauh.

Selisih Biaya Asli yang Mencolok

Ternyata ada penjelasan yang logis soal ini. Biaya transfernya mungkin menunjukkan kalau Varane lebih murah dari White. Tapi, kalau dihitung dengan biaya-biaya lainnya, harga Ben White ternyata jauh lebih murah.

Laporan the Athletic mengemukakan bahwa Ben White diberi gaji sebesar 80 ribu pounds per pekan untuk kontrak berdurasi lima tahun. Jika dihitung dengan bonus yang didapatkan, maka Arsenal cuma menghabiskan 67 juta pounds untuknya.

Di sisi lain, biaya yang dikeluarkan Manchester United untuk merekrut Varane kalau dihitung-hitung bisa mencapai 100 juta pounds. Sebab, pria asal Prancis itu menerima bayaran senilai 300 ribu pounds dari manajemen klub.

Kemudian dari faktor usia: Varane akan berumur 32 tahun saat memasuki tahun terakhir dalam kontraknya bersama the Red Devils. Sementara White, pada masa yang sama, telah berusia 28 tahun atau umur Varane saat ini.

Belum Matang, Tapi Tidak Mentah

Perlu dicatat juga bahwa Arsenal sebenarnya butuh pemain yang bisa memberikan dampak instan, terutama di sektor pertahanan. Selama ini, benteng pertahanan mereka kerap menciptakan masalah.

Ben White mungkin belum memiliki pengalaman. Namun, the Gunners sedang mencoba berbagai macam formula demi bisa mengatasi masalah ini. Sebab formula pemain berpengalaman tidak bekerja dengan baik saat mereka merekrut David Luiz.

Usia David Luiz memang sudah ketuaan ketika direkrut Arsenal pada tahun 2019 lalu. Tetapi, kurang berpengalaman apalagi si pria asal Brasil ini? Ia pernah memperkuat banyak klub papan atas seperti Chelsea dan PSG loh dalam kariernya.

Jadi, kalau dipertimbangkan lagi, mungkin Ben White adalah jawaban yang tepat buat the Gunners. Usianya belum matang, tapi tidak begitu mentah. Dan kalau soal pengalaman, White jelas bisa mendapatkannya dengan bermain buat Arsenal.

Ini Skuat Terbaru AC Milan Dalam Menghadapi Liga Champions

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, AC Milan bisa mengumumkan skuat terpilih untuk beraksi di pentas Liga Champions. Tentu, mereka tidak bisa mendaftarkan semua pemainnya untuk mengikuti kompetisi ini.

Dulu, Milan dikenal sebagai raja Eropa. Kendati tidak begitu sukses di kancah domestik, apalagi jika dibandingkan dengan Juventus, nama mereka tetap harum dalam pentas bergengsi seperti Liga Champions.

Satu dekade awal tahun 2000-an menjadi masa kesuksesan Milan di Liga Champions. Mereka pernah meraih trofi dari ajang tersebut pada tahun 2003 dan 2007 serta mencapai babak final pada tahun 2005, di mana mereka kalah dari Liverpool.

Musim 2013/14 menjadi kali terakhir Milan ikut serta dalam ajang Liga Champions. Setelah itu, performa mereka di kancah domestik mengalami penurunan drastis dan sempat absen dari panggung Eropa selama tiga musim berturut-turut.

Skuat yang Didaftarkan Milan

Perlahan tapi pasti, performa Milan semakin membaik. Klub berjuluk Rossoneri tersebut berhasil finis di empat besar Serie A pada musim lalu, sehingga mereka berhak meraih tiket untuk ikut di Liga Champions 2021/22.

Pada Jumat (3/9/2021) kemarin, mereka mengumumkan skuat yang akan bermain di Liga Champions nanti. Ada tiga nama yang tidak didaftarkan oleh Stefano Pioli ke dalam skuat ini, yakni Andrea Conti, Samu Castillejo, dan Pietro Pellegri.

Skuat Milan untuk Liga Champions 2021/22: Maignan, Tatarusanu, Plizzari; Calabria, Ballo-Touré, Romagnoli, Hernandez, Kalulu, Tomori, Kjaer, Florenzi, Gabbia; Bennacer, Tonali, Diaz, Krunic, Bakayoko, Saelemaekers, Kessie, Messias; Giroud, Ibrahimovic, Rebic, Leao, Maldini.

Jadwal Milan di Liga Champions

Undian fase grup telah dilakukan sejak bulan Agustus lalu. Hasil undian menunjukkan bahwa Milan masuk ke dalam Grup B bersama Atletico Madrid, Liverpool, dan FC Porto. Grup B ini bisa dikategorikan sebagai ‘grup neraka’.

Pertandingan perdana Milan di fase grup akan digelar pada hari Kamis (16/8/2021) mendatang. Pada pertandingan tersebut, mereka akan bertemu dengan Liverpool yang bertidak sebagai tuan rumah di Anfield.

Partai kandang pertama Rossoneri digelar di pekan fase grup berikutnya pada tanggal 29 September 2021. Mereka bakalan berhadapan dengan penyandang status juara La Liga musim lalu, Atletico Madrid.

Ini Dia Bocoran Dalam Menghentikan Pergerakan Dari Lionel Messi

Sepanjang karier bermainnya, Lionel Messi sudah pernah merundung banyak sekali pemain bertahan dengan kemampuannya dalam menggiring bola. Salah satunya adalah gelandang dari Granada, Maxime Gonalons.

Pria kelahiran Venissieux, Prancis tersebut sudah kerap beroperasi pada lini tengah sebagai gelandang bertahan. Perannya ini sudah membuat duel dengan Lionel Messi yang juga kerap menjemput bola pada garis tengah lapangan menjadi tidak terhindarkan.

Gonalons juga mungkin sudah menjadi sosok yang cukup sering bertemu dengan Messi di lapangan. Ketika Roma menghadapi Barcelona dalam ajang Liga Champions tahun 2018 lalu di Camp Nou, Gonalons juga sudah sempat unjuk gigi sebagai sosok pengganti pada babak kedua.

Gonalons juga sudah pernah bertemu dengan Messi saat ketika memperkuat klubnya yang sekarang, Granada, pada musim lalu. Dari hampir semua pertemuannya dengan peraih enam buah trofi Ballon d’Or tersebut, Gonalons selalu berada di pihak yang kalah.

Mengganggu Messi Sesering Mungkin

Dari setiap kegagalannya, Gonalons belajar cara menghentikan atau paling tidak mengganggu permainan Messi. Ia membuka semua pengetahuannya soal itu ketika diwawancarai secara eksklusif oleh Goal International belum lama ini.

“Dia berasal dari planet lain. Selalu sulit membandingkan dengan pemain lain yang telah menandai masanya tapi dia… pfff, dia tidak berasal dari kategori apapun!” kata Gonalons.

“Dia adalah pemain yang kami semua telah saksikan dari TV, jadi kami telah mengenal dia dengan sangat baik, meskipun hanya sedikit yang bisa menghentikan dia. Apakah kami bisa berbicara soal menghentikan dia? Realitanya sangat kompleks, tapi anda harus mengganggu dia sesering mungkin.”

Bidik Kaki Kirinya

Lantas, apa yang harus dilakukan untuk membuat Messi terganggu? Gonalons memberikan penjelasan secara rinci perihal kebiasaan Messi bermain, yang mungkin bisa jadi pelajaran penting buat bek-bek di Ligue 1.

“Ketika dia melakukan operan dan mula bergerak ke belakang, anda harus coba menghalangi dia, melebarkan tangan untuk menghadang pergerakannya, karena itulah kekuatannya.” ujar Gonalons lagi.

“Ketika dia mengoper bola dan maju, dia memiliki perubahan kecepatan dan arah yang impresif. Jadi, untuk menghalanginya, anda harus berdiri di arah yang berlawanan dan jangan sampai melakukan kesalahan.”

“Saat anda melawan dia, anda harus mencegah dia memakai kaki kirinya, sebab dia jarang menggunakan kaki kanannya. Dan di atas semuanya, cobalah untuk tidak menghalangi dia sepenuhnya, agar di a tidak membuat operan pembeda setiap waktu.”

Ajaibnya Kaki Kiri Messi

Gonalons menjadikan laga Copa del Rey antara Granada kontra Barcelona tahun lalu sebagai contoh. Pada laga tersebut, Messi benar-benar menunjukkan bahaya yang bisa diwujudkan hanya dari kaki kirinya.

“Kami ungugul 2-0 pada menit ke-88 dan dia menciptakan dua gol untuk mengubah skor jadi 2-2. Jika anda lihat kedua gol itu, semuanya sama. Dia memakai kaki kirinya, masuk ke dalam [kotak penalti] dan memberikan bola kepada rekan setimnya,” pungkas Gonalons.

Sedihnya, Gonalons tidak memiliki kesempatan untuk menghadapi Messi lagi pada musim ini. Penyerang asal Argentina tersebut telah meninggalkan Barcelona untuk memenuhi pinangan PSG.

Permintaan Khusus Ronaldo Sampai Buat MU Melobi Premier League

Cristiano Ronaldo kini sudah memiliki persyaratan khusus yang nantinya harus dan wajib untuk dipenuhi oleh Manchester United. Sampai-sampai pihak manajemen klub kini sudah harus melobi Premier League demi bisa memenuhi permintaan tersebut.

Manchester United kini sudah berhasil memulangkan Ronaldo dari Juventus menjelang penutupan dari bursa transfer musim panas 2021. Biaya yang sudah dikeluarkan untuk bisa membawanya kembali ke Old Trafford sebesar 23 juta pounds.

Ini adalah kali pertama nya Ronaldo mengenakan seragam berwarna merah kebanggan dari Manchester United terhitung semenjak tahun 2009. Kala itu, ia sudah meninggalkan Old Trafford demi bisa memenuhi pinangan klub raksasa dari Spanyol, Real Madrid.

Periode pertama dari Ronaldo dengan the Red Devils kini sudah berakhir dengan manis. Selama enam tahun, ia juga sudah mencatatkan 118 gol dari 292 penampilan di semua kompetisi serta mempersembahkan sembilan buah gelar, termasuk Liga Champions.

No.7 Melekat Pada Ronaldo

Ronaldo sudah memperkuat banyak klub dalam kariernya di pentas sepak bola profesional. Namun ada satu yang hampir selalu melekat di tubuhnya ketika beraksi di lapangan, yakni nomor punggung tujuh.

Menurut catatan, hanya ada dua musim di mana Ronaldo tidak mengenakan nomor punggung tujuh. Yakni ketika dirinya baru menembus skuat inti Sporting Lisbon pada 2002/03 dan pada musim perdananya bersama Real Madrid.

Ketika memperkuat Real Madrid, Ronaldo harus mengalah karena nomor punggung tujuh sedang dikenakan legenda klub, Raul Gonzalez. Waktu bergabung dengan Juventus, Ronaldo ‘merebut’ No.7 dari genggaman Juan Cuadrado.

Jelas, Ronaldo menginginkan nomor punggung tujuh kembali kepadanya di Manchester United. Mau bagaimanapun juga, Manchester United-lah yang memperkenalkan No.7 pada Ronaldo hingga membuat dirinya dikenal dengan nama ‘CR7.

Permintaan Khusus

 Saat ini No.7 sedang dikenakan oleh Edinson Cavani. Negosiasi dengan sang striker sepertinya takkan sulit, mengingat Cavani mengenakan No.21 di Timnas Uruguay. Nomor tersebut sedang lowong sepeninggalan Daniel James ke Leeds United.
Namun, seperti yang diberitakan The Times, Manchester United tetap harus berdiskusi dengan Premier League terlebih dahulu sebelum memberikan No.7 kepada Ronaldo. Pasalnya, Cavani sudah mengenakan nomor itu dalam laga resmi.

Andai transfer Ronaldo selesai sebelum kompetisi digelar, nomor punggung ini harusnya takkan menjadi masalah. Dan oleh sebabnya, Manchester United harus meminta keloggaran regulasi dari Premier League terkait ini.

Balotelli Kembali Berulah Setelah Sebulan Bergabung

Mario Balotelli kembali menarik perhatian dengan tingkah lakunya. Baru-baru ini, penyerang berumur 31 tahun tersebut kedapatan memukul rekan setimya di Adana Demirspor, hanya selang beberapa pekan setelah klub merekrutnya.

Dulu, Balotelli selalu digadang-gadang sebagai penyerang masa depan Italia. Klaim itu tidak dilontarkan sembarangan, karena ketika usianya masih muda, ia mampu mengamankan satu tempat di skuat inti klub sekelas Inter Milan.

Sayangnya, sikap Balotelli menjadi masalah besar. Performanya inkonsisten. Terkadang ia bisa menjadi ganas di lini depan dan mengalami kemunduran pada musim berikutnya. Tidak heran kalau Balotelli sering dilepas oleh klub-klub besar.

Karirnya mengalami penurunan drastis selepas meninggalkan Nice pada pertengahan musim 2018-19. Ia sempat membela klub promosi semacam Brescia, bermain di Serie B bersama Monza, dan bahkan berlatih bersama klub Serie D.

Balotelli Berulah Lagi

Monza hanya mengikat Balotelli dengan kontrak berdurasi tujuh bulan. Sehingga, begitu musim 2020/21 berakhir, ia harus mencari klub baru untuk bernaung. Untungnya ada klub asal Turki, Adana Demirspor, yang bersedia menampungnya.

Balotelli diresmikian sebagai pemain anyar Adana Demirspor pada bulan Juli lalu. Baru sebulan bergabung, Balotelli sudah menarik perhatian publik dengan tingkah lakunya yang masih belum bisa diatur.

Ia kedapatan memukul rekan setimnya di bangku cadangan ketika Adana Demirspor melawan Konyaspor. Sialnya, momen tersebut terekam, diunggah ke media sosial dan menjadi perbincangan warganet.

Marah Setelah Diganti

Kejadiannya bermula ketika pelatih Adana Demirspor, Samet Aybaba, menariknya keluar untuk digantikan oleh Okwuchukwu Francis Ezeh pada menit ke-57. Nampaknya, ia tidak setuju dengan keputusan pelatih menggantinya.

Balotelli melampiaskan amarahnya ketika duduk di bangku cadangan. Mulai dari berteriak, melemparkan benda ke arah tak jelas, dan yang terakhir sampai memukul rekan setimnya di bangku cadangan.

Beruntung, pukulan Balotelli hanya mengenai tangan dan rekan setimnya mampu mengontrol amarahnya, sehingga kejadian tersebut tak berlarut-larut. Belum diketahui sanksi apa yang menanti Balotelli karena kelakuannya.

Ini Dia Sosok Yang Bisa Buat Transfer Mbappe Mulus Ke Madrid

Selain dari sosok Cristiano Ronaldo, bursa transfer musim panas kali ini juga diramaikan oleh kabar soal masa depan Kylian Mbappe di PSG. Beberapa laporan menyebutkan kalau Real Madrid masih mencoba merekrutnya sebelum bursa transfer ditutup.

Situasinya memang memojokkan PSG. Mereka merekrut Mbappe dengan harga tinggidari AS Monaco pada tahun 2017 lalu. Dan saat ini, mereka terancam bisa kehilangan pemain berumur 22 tahun itu tanpa mendapatkan apa-apa.

Hal ini disebabkan oleh kontraknya yang cuma berlaku hingga musim panas tahun 2022. PSG sudah berupaya membujuknya agar mau menandatangani kontrak baru, namun Mbappe telah berulang kali memberikan penolakan.

Diketahui bahwa ambisi Mbappe adalah bergabung dengan Real Madrid. Jika PSG tak merelakannya pergi sekarang, maka ia bakalan hengkang tahun depan. Real Madrid pun mencoba menggoda PSG dengan sejumlah uang.

Sosok Penting dalam Transfer Mbappe

Penawaran perdana Madrid diketahui senilai 160 juta euro. Proposal tersebut ditolak mentah-mentah oleh PSG. Namun mereka tidak menyerah dan kembali dengan membawa proposal baru sebesar 180 juta euro.

Tawaran tersebut berhasil memancing PSG untuk duduk di meja negosiasi. Sekarang, dari yang tercantum dalam laporan, kedua klub sedang duduk manis bersama untuk membicarakan soal harga yang paling pantas buat sang pemain.

PSG masih bersikeras mempertahankan Mbappe, dan tengah mencoba merogoh dompet Madrid lebih dalam kalau memang sang pemain telah yakin pindah. Di sinilah, peran seorang agen seperti Kia Joorabchian akan bermain.

Sejauh ini, urusan karier Mbappe masih diurus oleh sang ayah. Namun belakangan keterlibatan Joorabchian kian bertambah, sebagaimana yang dilaporkan oleh Marca baru-baru ini. Kia Joorabchian dikenal sebagai pemulus kepindahan pemain.

Mediator Transfer yang Handal

Ia memiliki CV yang mentereng kalau dalam urusan transfer pemain. Joorabchan diketahui pernah menjadi pusat dalam kepindahan Philippe Coutinho ke Barcelona, begitu juga saat Riyad Mahrez bergabung dengan Manchester City.

Bahkan, Joorabchian juga mampu memuluskan transfer pemain Brasil yang dikenal ribetnya minta ampun. Marquinhos, Diego Carlos, Matheus Cunha dan Richarlison merupakan sederet pemain yang pernah menggunakan jasanya.

Joorabchian diyakini bisa menemukan jalan tengah buat PSG dan Real Madrid dalam kasus Mbappe. Namun, ia tidak punya waktu banyak. Sebab Real Madrid telah memberikan ultimatum hingga hari Senin (30/8/2021) untuk mencapai konklusi dalam drama transfer ini.

Jikalau PSG masih menolak, Real Madrid tetap berada di atas angin. Mereka hanya perlu bersabar hingga bulan Januari 2022, di mana mereka bakalan mengikat Mbappe dengan pra-kontrak yang membuatnya bisa pindah di musim panas secara gratis.

Tidak Ada Yang Akan Melarang Mimpi Bagi AC Milan

AC Milan kini sudah kembali memulai perjalanan dalam Serie A untuk musim 2021/2022 dengan sebuah kemenangan. Bagi sang direktur, Paolo Maldini, mereka sudah wajib harus tetap realistis dalam peluang meraih scudetto. Tapi, mimpi itu kini sudah harus tetap dijaga.

Milan yang sudah menang dengan skor 1-0 atas Sampdoria pada pekan ke-1 Serie A musim 2021/2022. Pada duel yang sudah digelar di dalam Stadion Luigi Ferraris itu, Milan sudah berhasil membawa pulang tiga buah poin lewat gol yang dicetak oleh Paolo Maldini pada menit ke-9.

Milan kini juga sudah menjadi satu dari delapan tim yang kini sudah sukses meraih kemenangan pada pekan ke-1 Serie A. Pada laga selanjutnya, Davide Calabria serta kolega juga sudah akan berjumpa Cagliari pada duel yang digelar di San Siro.

Scudetto, Milan?

Musim lalu, Milan tampil sangat bagus pada putaran pertama Serie A. Milan kemudian kehilangan banyak pemain kunci pada putaran kedua. Pada akhirnya, Rossoneri mampu mengakhiri musim dengan berada di posisi kedua.

Menurut Maldini, jika dibanding musim lalu, Milan musim ini jauh lebih kuat. Maldini yakin Stefano Piolo punya kedalaman skuad yang lebih baik. Namun, bagi Maldini, scudetto masih sebatas mimpi.

“Kami mulai dari basis tahun lalu, jadi saya bisa katakan begitu. Dalam susunan pemain malam ini, ada lima pemain kunci yang absen dibandingkan tahun lalu, tetapi saya ingin mengatakan bahwa tim ini lebih kuat,” ucap Maldini.

“Saya selalu suka bermimpi. Kemudian, seperti yang dikatakan [Fabio] Capello, memang benar untuk bersikap realistis, tetapi tidak ada yang melarang bermimpi,” tegas mantan kapten AC Milan tersebut.

Kehadiran Fans di Stadion

Musim lalu, Milan acap kali mendapat hasil tidak bagus ketika bermain di San Siro. Namun, situasinya mungkin berbeda pada musim ini. Sebab, Milan sudah punya fans mereka di tribune dan itu bisa jadi pembeda.

“Kami sudah memiliki penggemar di pertandingan persahabatan, dan saya harus mengatakan bahwa pada awalnya Anda hampir terpesona oleh kebisingan itu,” kata Maldini.

“Untuk semua pemain dan pelatih, penting untuk memiliki penggemar di stadion karena jika tidak, ini adalah olahraga lain. Ini indah dan luar biasa,” tegas legenda sepak bola Italia itu.

Umtiti Tak Laku Walau Sudah di Gratiskan

Keinginan dari  raksasa La Liga, Barcelona untuk bisa segera menjual Samuel Umtiti pada jendela transfer untuk musim panas ini sepertinya sudah tidak bisa terwujud. Alhasil, Umtiti pun nantinya akan bertahan di Camp Nou.

Kondisi keuangan dari Barcelona yang kini masih kurang sehat juga sudah memaksa mereka untuk kembali mencoba menjual sejumlah sosok pemain yang sudah tidak masuk ke dalam rencana dari pelatih Ronald Koeman.

Umtiti pun kini juga sudah menjadi salah satu nama yang telah masuk ke dalam daftar jual dari Barcelona pada musim panas ini. Namun, menjual bek yang berasal Prancis itu ternyata kini bukan perkara mudah bagi klub Catalan tersebut.

Umtiti Bisa Bertahan

Baru-baru ini muncul kabar yang menyebut bahwa Barcelona siap memutus kontrak Umtiti dan merelakan pemain 27 tahun itu bergabung dengan klub lain secara gratis.

Namun, kini seperti dilansir Sport, Barcelona tetap tak bisa melakukannya karena tak ada klub yang berminat untuk merekrut eks pemain Lyon tersebut.

Tak hanya itu, Barca juga diklaim menemui kesulitan untuk memutus kontrak Umtiti karena terhalang masalah hukum. Artinya, Umtiti sepertinya bakal bertahan di skuad Koeman untuk musim ini.

Umtiti Menolak Pindah Klub

Satu alasan lain yang menyebabkan mengapa penjualan Umtiti sulit dilakukan Barcelona adalah karena sang palang pintu ngotot menolak untuk hengkang dari Camp Nou.

Barca kabarnya sudah menawarkan sejumlah opsi dari beberapa klub yang mungkin menjadi destinasi Umtiti. Namun, sang pemain menolak semua proposal tersebut.

Hingga kini Umtiti masih yakin bahwa ia bisa memberi kontribusi maksimal bagi Barcelona, meski beberapa waktu lalu ia mendapat cemoohan dari pendukung Blaugrana.

Pemain AC Milan Ini Optimis Raih Gelar Scudetto

 AC Milan kini sudah memulai musim 2021/2022 dengan sebuah hasil yang positif. AC Milan kini juga sudah berhasil menang pada laga perdana milik mereka di Serie A. Namun, hasil yang bagus ini sudah tidak membuat Brahim Diaz lantas berkoar-koar tentang perebutan dari scudetto.

AC Milan kini juga sudah menjalani lawatan ke markas dari Sampdoria pada pekan perdana Serie A musim 2021/2022. Pada duel di dalam Stadion Luigi Ferraris, Selasa (24/8/2021) dini hari WIB itu, Milan menang dengan skor akhir 1-0 dari gol Brahim Diaz.

Bagi Milan, hasil ini tentu saja sudah memberi optimisme besar bagi klub. Milan telah melakukan banyak hal di bursa transfer untuk memperbaiki skuad. Kemenangan atas Sampdoria membuat Milan makin percaya diri.

Nomor 10 Baru

Awal musim yang indah bukan hanya berlaku untuk Milan. Brahim Diaz pun pantas menikmati kemenangan yang didapat atas Sampdoria. Bukan hanya soal gol yang dicetaknya, tetapi nomor punggung dan perannya sebagai pemain inti.

Musim lalu, Brahim Diaz memakai nomor punggung 21 dan acap kali menjadi pelapis Hakan Calhanoglu. Kini, peran berbeda dimainkan Brahim Diaz. Dia adalah pemilik nomor 10 yang baru dan pemain inti di Milan.

“Penampilan yang bagus, kami masih harus meningkatkan performa tetapi kami ada di awal musim. Yang penting menang dan mendapat tiga poin,” kata Brahim Diaz dikutip dari DAZN.

“Kami berjuang dan menang bersama. Ini adalah semangat yang tepat. Nomor punggung 10? Saya tahu ini Milan dan nomor yang penting, tetapi saya tidak takut memakainya,” sambung pemain berusia 22 tahun tersebut.

Scudetto?

Sebelum laga melawan Sampdoria, Stefano Pioli mengklaim skuad Milan kini makin dewasa. Milan jauh lebih siap bersaing dibanding musim lalu. Lantas, menurut Brahim Diaz, apakah Milan sudah berani bicara scudetto?

“Scudetto? Mari kita beralih dari topik itu dan membicarakan satu laga ke laga yang lainnya. Kami adalah Milan. Mari kini lihat saja ke depannya,” tegas Brahim Diaz.

“Saya merasa punya koneksi baik dengan semua orang. Saya selalu merindukan Zlatan Ibrahimovic. tetapi saya juga bergaul dengan baik bersama Olivier Giroud,” papar Brahim Diaz terkait kolaborasinya di lini depan Milan.

Chelsea akan Memperpanjang Kontrak bagi Trevor Chalobah

Laga pekan perdana Premier League mengubah nasib pemain muda Chelsea, Trevor Chalobah. Ia berhasil meyakinkan klub untuk menariknya dari daftar pemain pinjaman.

Seperti Mason Mount, Chalobah merupakan lulusan akademi Cobham dan sudah bergabung dengan skuat senior sejak tahun 2018. Namun, Chelsea meminjamkannya ke beberapa klub agar sang pemain mendapatkan kesempatan tampil yang layak.

Chalobah telah memperkuat tiga klub berbeda dalam beberapa musim terakhir, seperti Ipswich Town, Huddersfield Town, dan Lorient. Kecuali bersama Lorient, Chalobah lebih sering terlihat di pentas Championship.

Pada musim panas ini, Chelsea sepertinya berniat melepas Chalobah ke klub lain dengan status pinjaman lagi. Terlebih dengan beredarnya rumor soal ketertarikan the Blues pada pemain Sevilla, Jules Kounde.

Diklaim Mirip Van Dijk

Berhubung Kounde belum tiba dan Kurt Zouma sedang berada di ambang pintu keluar, Tuchel pun memberikan kesempatan kepada Chalobah untuk unjuk gigi di pekan perdana Premier League 2021. Chelsea bertemu Crystal Palace saat itu.

Bermain di Stamford Bridge, Chelsea berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor telak 3-0 di mana salah satu golnya diciptakan oleh Chalobah. Gol tersebut dihasilkan melalui tembakan dari luar kotak penalti pada menit ke-58.

Penampilan yang impresif membuat Chalobah mendapatkan pujian dari berbagai kalangan. Bahkan eks Arsenal, Ian Wright, sampai berani menyamakan dirinya dengan bek Liverpool, Virgil van Dijk.

“Saya menyaksikannya melawan Villarreal dan saya berpikir, ‘Ya Tuhan, dia sangat bagus’. Anda tahu saya teringat dengan siapa usai melihatnya, ini bukan pemain yang sama, bukan perawakan yang sama, tetapi seperti Virgil Van Dijk ketika dia bermain untuk Celtic.” kata Wright.

Segera Disodori Kontrak Baru

Pertandingan tersebut benar-benar mengubah nasib Chalobah. Sebenarnya, selama musim panas ini, ia sudah mengundang ketertarikan dari berbagai klub seperti Lille, Valencia, hingga Club Brugge. Semuanya ingin meminjam Chalobah.

Chelsea sepertinya tertarik untuk melepas Chalobah lagi di bursa transfer musim panas ini. Namun karena penampilannya yang impresif di laga akhir pekan kemarin, manajemen klub pun berubah pikiran dan menariknya dari daftar pinjaman.

Malahan, sebagaimana yang dilaporkan Goal International, Chelsea ingin memberikan kontrak baru kepada bek berusia 22 tahun tersebut. Perlu diketahui bahwa kontrak Chalobah saat ini hanya berlaku sampai tahun 2023.

Kalau Chalobah dipertahankan, Chelsea mungkin akan pikir-pikir lagi sebelum membajak Kounde dari Sevilla. Ini juga bisa mempermulus kepindahan Zouma yang seringkali dikaitkan dengan West Ham belakangan ini.