Pemberontak Papua menyandera setelah membunuh warga sipil

 

Pemberontak separatis menyandera empat warga sipil di hutan-hutan di wilayah Papua yang memisahkan diri di Indonesia setelah mereka membunuh beberapa pekerja konstruksi dalam sebuah penyergapan, kata pihak berwenang.

 

Ketegangan meningkat antara pasukan keamanan Indonesia dan gerilyawan yang memerangi pemberontakan selama beberapa dekade untuk memenangkan kemerdekaan dari negara Asia Tenggara itu.

 

Pihak berwenang mengatakan sekitar 30 pemberontak melepaskan tembakan pada hari Kamis pada sekelompok pekerja konstruksi Indonesia yang membangun rumah baru di kabupaten Yahukimo tengah provinsi, menewaskan sedikitnya empat orang.

 

Operasi penyelamatan untuk menemukan empat orang lagi yang disandera oleh pemberontak sedang berlangsung, menurut juru bicara militer dan polisi Papua Ahmad Musthofa Kamal.

 

Seorang juru bicara pemberontak tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar dan  tidak dapat memverifikasi akun tersebut secara independen.

 

Ketegangan di wilayah yang dilanda konflik telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, diselingi oleh bentrokan mematikan setelah pemberontak membunuh kepala intelijen Indonesia di Papua pada bulan April.

 

Jakarta menanggapi dengan secara resmi menunjuk separatis Papua sebagai “teroris”, yang memicu kekhawatiran bahwa hal itu dapat membuka pintu bagi lebih banyak kekerasan dan pelanggaran hak.

 

Undang-undang anti-terorisme di Indonesia memberikan kewenangan yang lebih besar kepada pihak berwenang, termasuk menahan tersangka selama beberapa minggu tanpa tuntutan resmi.

 

Insiden terbaru terjadi lebih dari dua tahun setelah pemberontak Papua membunuh 17 pekerja konstruksi di sebuah kamp hutan terpencil.

 

Pembantaian tersebut menandai eskalasi dalam beberapa dekade, sebagian besar pertempuran sporadis antara gerilyawan bersenjata dan tidak terorganisir dengan militer Indonesia yang telah lama dituduh melakukan pelanggaran HAM berat terhadap warga sipil.

 

Sebuah bekas jajahan Belanda, Papua yang kaya mineral mendeklarasikan dirinya merdeka pada tahun 1961, tetapi tetangganya Jakarta mengambil alih dua tahun kemudian menjanjikan referendum kemerdekaan.

 

Pemungutan suara selanjutnya yang mendukung tetap menjadi bagian dari Indonesia secara luas dianggap palsu.

 

Populasi Melanesia di Papua memiliki sedikit hubungan budaya dengan daerah lain di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *