advertisement

Kontribusi Penjualan Offline Masih Mendominasi Ditengah Pandemi

Monday, January 11th, 2021 - Trending
advertisement

Kontribusi Penjualan Offline Masih Mendominasi Ditengah Pandemi – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengakui, penjualan digital tumbuh pesat saat pandemi Covid-19. Namun, pertumbuhan ini dipastikan tidak dapat mengimbangi pendapatan penjualan offline. “Pada hari Jum’at, ia menyampaikan dalam webinar bertajuk” Pelaksanaan Pelaksanaan PPKM Jawa-Bali: Persiapan dan Pelaku Usaha di Bidang Niaga “:” Saya tahu bahwa penjualan online memang tumbuh dengan pesat. Namun, itu tidak dapat menggantikan pendapatan dari penjualan offline. “(8/1). Ia mencontohkan, gap ini terlihat jelas pada industri makanan dan minuman. Meski dia tidak merinci besaran nilai gap yang dimaksud. Ia menjelaskan: “Ternyata selama pandemi ini, kontribusi (pendapatan) offline jauh lebih besar daripada pendapatan online industri makanan dan minuman.” Selain itu, tidak semua produk yang dijual secara online dijual oleh konsumen. Terutama produk yang melebihi kebutuhan sehari-hari. Ia mengatakan: “Oleh karena itu, produk online yang banyak peminatnya lebih banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya, permintaan konsumen terus tumbuh. Namun, tetap belum bisa menggantikan pendapatan offline.

Roy N Mandey, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), mengatakan selama pandemi Covid-19, banyak toko ritel di kawasan timur Indonesia yang tutup. Toko retail tertutup ini biasanya milik UMKM atau pengusaha lokal. Pasar swalayan di kawasan timur Indonesia banyak yang tutup, “ungkap Roy dalam seminar Polemik Trijaya bertajuk” Dampak Resesi Pandemi Tengah, Jakarta, Sabtu (7/11/2020) “. Roy mengatakan toko ritel lokal biasanya mandiri. Mereka tidak bisa lagi bertahan karena kehabisan dana dan akhirnya bangkrut. Akibat penurunan daya beli tersebut, setidaknya 40% toko retail di kawasan timur Indonesia telah tutup. Dia bilang: “Misalnya 40%. Di Indonesia Timur tutup.” Roy melanjutkan, situasi ini juga dipicu oleh ketidakmampuan menempatkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) di perbankan untuk peserta komersial di daerah. Mereka masih berjuang untuk mendapatkan pembiayaan, sehingga akhirnya bangkrut. Dia berkata: “Mereka tidak menerima dana PEN yang dikirim ke bank. Untuk mengoperasikan ritel, kami membutuhkan modal kerja. Selain itu, pengusaha ritel modern di daerah belum sempat mendapat subsidi pemerintah. Selama ini dana yang dihimpun untuk pengusaha ritel lokal masih menggunakan pinjaman konvensional. Bunga pembiayaan Anda masih sekitar 10-12%. Oleh karena itu, jika pengusaha ritel lokal tidak dapat melanjutkan usahanya selama pandemi. Dia menyimpulkan: “Jadi ketika mereka harus tetap terbuka, mereka sangat cemas. Jika mereka harus melakukan ini, ekspansi modal telah habis.” Roy N Mandey. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), mengakui panic buying yang dimulai sejak awal pandemi Covid-19 telah menguntungkan pengusaha ritel modern. Namun, manfaat ini berumur pendek, hanya 2-3 hari.

Roy mengatakan pada seminar Polemik Trijaya di Jakarta, Sabtu (7/11/2020): “Kalau panic buying terjadi selama 2-3 hari, itu bagus untuk kita. Saat itu ia memastikan berbagai produk yang dibutuhkan masyarakat mencukupi. Dengan cara ini, masyarakat tidak perlu membeli banyak karena khawatir akan kehabisan makanan. Namun sejak saat itu, pendapatan dari sektor ritel modern juga mengalami penurunan yang dialami oleh sektor komersial lainnya. Kunjungan masyarakat ke industri ritel modern semakin menurun. Selama ini wisatawan yang berbelanja belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan pola konsumsi. Roy berkata: “Setelah itu, kondisinya belum kembali normal.” Hal tersebut sejalan dengan indeks konsumsi yang dikeluarkan Bank Indonesia yang menjadi tumpuan industri konsumer. Indeks penjualan sebenarnya masih di bawah minus 10%. Ada kontraksi positif, tapi masih sangat rendah. Dia berkata: “Ada kontraksi positif, tetapi angkanya masih dalam satu digit, sekitar 5% hingga 6%.
Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4452329/selama-pandemi-kontribusi-penjualan-offline-ternyata-masih-mendominasi

advertisement
Kontribusi Penjualan Offline Masih Mendominasi Ditengah Pandemi | admin | 4.5