Ketika Shopee Liga 1 tidak jelas, cara manajemen Arema untuk menangani pemain

Ketika Shopee Liga 1 tidak jelas, cara manajemen Arema untuk menangani pemain – Nasib pesepakbola Indonesia masih dalam masa kelam. Selain pemotongan gaji hingga 75% selama pandemi virus corona, belum ada kepastian persaingan. Beberapa klub memilih membubarkan tim setelah sebagian besar kontrak pemain habis. Bagi pemain Arema FC, kini mereka khawatir. Pasalnya, sebagian besar kontrak mereka habis pada Februari 2021. Beberapa pemain memiliki waktu untuk mengungkapkan rasa frustrasinya melalui media sosial. Untuk meredakan kecemasan ini, manajer Arema dapat secara terbuka mengeluh tentang kekhawatiran para pemain.

Manajemen terus berkomunikasi dengan pemain. Banyak orang bertanya tentang kejelasan game tersebut. Kami akan memberi tahu Anda bahwa informasi dari aliansi masih berubah. Dia menjelaskan: Hari ini positif, dan besok tidak lagi pasti. Manajemen Arema hanya bisa mendesak pemain untuk mengurangi pengeluaran sementara. “Kami bilang pemain harus tetap profesional. Bahkan setelah latihan sendiri, mereka harus menjaga kondisi seperti itu. Dari segi keuangan, yang terpenting adalah bisa menyekolahkan anak dan menghidupi keluarganya. Ruddy melanjutkan:“ Gaya hidup harus memadai, tidak berisiko. . ” Diakui Arema, ini masa tergelap. Saat pertandingan dihentikan pada 1998 dan 2015, gaji pemain tidak dipotong seperti ini. Manajemen tetap bisa mendapatkan penghasilan dari kompetisi atau kompetisi yang ditentukan. “Saat ini kami tidak bisa mendapatkan penghasilan sebanyak itu. Kalaupun pertandingan digelar tanpa penonton, (polisi) tetap belum mendapat izin,” ujarnya.

Lantas, bagaimana jika sepak bola Indonesia masih macet hingga Februari dan sebagian besar kontrak pemain Arema habis? Arema berharap hal itu tidak terjadi. Dalam kasus terburuk, Alemma mungkin mengikuti jejak Madura United. Tim dibubarkan ketika sebagian besar kontrak pemainnya habis, namun permainan atau turnamennya masih belum jelas. Tapi ini pilihan terakhir. Arema akan berkomunikasi terlebih dahulu dengan direksi dan peserta untuk menentukan kebijakan yang akan diambil. Dia menyimpulkan: “Sejujurnya, kami tidak bisa membuat rencana jangka panjang pada 2021. Pertama-tama, kami harus menunggu kepastian kejuaraan atau pertandingan.
Sumber : https://www.bola.com/indonesia/read/4451698/cara-manajemen-arema-hadapi-pemain-saat-shopee-liga-1-belum-ada-kejelasan?HouseAds&campaign=Liga_1_2020_STM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *