Lebih dari 210 orang terluka setelah 2 kereta LRT bertabrakan di Kuala Lumpur

 

Lebih dari 210 orang terluka setelah dua kereta LRT bertabrakan di Kuala Lumpur pada Senin (24 Mei) malam.

 

Video dan foto insiden di media sosial menunjukkan panel kaca pecah dan beberapa penumpang berdarah.

 

Menteri Wilayah Federal Annuar Musa tweeted bahwa laporan awal menunjukkan bahwa LRT yang membawa penumpang bertabrakan dengan LRT lain yang “kosong”, mengakibatkan penumpang “terlempar” dan “jatuh”.

 

Ia menambahkan, KA dengan penumpang itu melakukan perjalanan dari Stasiun Ampang.

 

“Peristiwa itu terjadi di bawah tanah gedung KLCC. Diketahui tidak ada korban jiwa tapi ada yang luka-luka,” tulisnya.

 

Operator Jalur Kelana Jaya, Rapid Rail, men-tweet bahwa ada insiden di jalur tersebut, yang melibatkan kereta nomor 40 dan 81.

 

“Semua penumpang yang terluka telah dievakuasi ke peron. Bantuan dan penyelamatan darurat sedang berlangsung,” tambah operator tersebut.

 

Dalam sebuah wawancara, Kepala Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kuala Lumpur Nordin Md Pauzi membenarkan bahwa 47 penumpang terluka parah sementara 166 orang mengalami luka ringan.

 

Asisten Komisaris OCPD Dang Wangi Mohamad Zainal Abdullah menambahkan bahwa insiden itu mungkin terjadi “karena miskomunikasi di pusat operasi” jalur LRT.

 

“Diketahui bahwa satu kereta api, yang menuju dari stasiun Kampung Baru ke Gombak, dilaporkan sedang di uji coba setelah terjadi kesalahan untuk memastikannya berada di jalur yang benar,” katanya.

 

“Kereta ke Gombak yang dikendarai otomatis membawa 213 penumpang, sedangkan kereta dari Stasiun Kampung Baru ke Gombak yang rusak kecuali sopirnya kosong.”

 

“Kami akan selidiki lebih lanjut apakah penyebab kerusakan itu … akibat kecerobohan atau hal lain, karena menyangkut keselamatan umum dan banyak orang yang terluka,” katanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *